Senin, 28 November 2011

KAFIR DAN PENYEMBAH BERHALA


T: Kamu orang Hindu, kamu orang kafir
AH: apaan sih artinya kafir?
T: kafir artinya yang tidak percaya atau tidak beriman kepada Tuhanku,nabiku dan kitab suciku. Orang kafir musuh Allah*
AH: memang saya tidak percaya kepada Tuhanmu,nabimu dan kitab sucimu. Tapi saya percaya dengan Sang Hyang Widhi,percaya dengan Weda, percaya dengan para maharsi. Saya sembahyang, agama saya memiliki ajaran etika dan moral yang baik. Tetapi sekalipun kamu tidak percaya kepada apa yang saya percayai saya tidak menyebut kamu kafir atau sebutan menghina seperti itu.
T: Mengapa?
AH: karena saya diajarkan untuk berpikir,berkata dan berbuat baik. Saya diajarkan agar tidak menghina orang lain,agar tidak merendahkan agama orang lain. Ajaran itu namanya Tri Kaya Parisuda. Apakah di agama kamu diajarkan Tri Kaya Parisuda? Kamu harus hati-hati menuduh orang lain dengan sebutan merendahkan atau yang bernada kekerasan.
T: kenapa?
AH: karena kata-kata yang mengandung kekerasan atau kebencian,selangkah lagi bisa melahirkan tindakan kekerasan.
(AH memperlihatkan  beberapa dari banyak sekali ayat kitab suci temannya, yang berisi perintah keras sekali kepada orang2 kafir. Ayat2 ini dia unduh dari internet. Sekedar contoh: orang kafir adalah najis(kotor) (9:28) jangan bersahabat dengan mereka (9:23) biar mereka menemukan kekerasan di dalam kamu(9:123) tanamkan terror di hati mereka (8:12) bunuh mereka dimanapun kamu menemukan mereka(9:5) dan harta benda mereka dan perempuan2 mereka dibuat halal untukmu,nikmatilah, mereka sah dan baik(8:69). Temannya agak kaget melihat ayat2itu,karena tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Ia berjanji akan menanyakan kebenaran dari ayat-ayat ini kepada guru agama di sekolahnya)
T: kamu menyembah berhala. Memuja patung.
AH: manusia adalah mahluk yang menggemari symbol. Negara kita, dan lembaga2nya memiliki banyak symbol. Negara kita misalnya memiliki bendera yang berwarna merah putih yang kita hormati. Yang kita hormati bukan dua lembar kain berwarna merah dan putih yang dijahit menjadi bendera, tetapi Negara kita yang disimbolkan oleh sang Dwi Warna. Dan bendera merah putih ada di setiap kantor. Patung, gambar atau pratima, adalah symbol,lambing. Ia hanyalah alat Bantu untuk konsentrasi.
Kamu kan juga sembahyang menghadap kaabah,apakah itu berarti kamu menyembah kaabah? Waktu naik haji kamu mencium cium batu hitam(hajar aswad) yang ada lobang di tengah2nya,apakah kamu berarti menyembah batu hitamitu? Di gereja juga ada lambang salib dimana tubuh Yesus yang sudah jadi mayat dipaku mengelayut bukankah ini lambang yang seram dan suram? Di gereja katolik juga banyak patung santo,orang suci dan Maria


  • Tuhan disini bisa allah atau trinitas nabi bisa Muhammad atau isa,kitab suci bisa quran atau injil

Jumat, 18 November 2011

KASTA


T: Apa sih kastamu?
AH: aku tidak punya kasta!
T: bukankah di dalam agama Hindu ada ajaran tentang kasta?
AH: tidak! Kata “kasta” sendiri berasal dari bahasa Portugis,perbedaan kelas berdasarkan keturunan. Di dalam setiap bangsa ada kelas bangsawan dan kelas rakyat biasa. Di dalam agama Hindu tidak ada kasta yang ada adalah “warna” pengelompokkan orang berdasarkan bakat  dan kemampuannya. Misalnya mereka yang mempunyai bakat atau kemampuan di bidang keagamaan disebut kaum brahmana, yang mempunyai bakat dan kemampuan di bidang pemerintahan dan militer disebut ksatriya, yang mempunyai bakat di bidang usaha dan pertanian disebut waisya yang mempunyai kemampuan di bidang pelayanan disebut sudra.
T: apakah anak seorang sudra bisa jadi brahmana?
AH:mengapa tidak? Anak seorang pelayan, bisa jadi ahli dan bahakan guru Weda seperti dalam kisah satyakama. Ia adalah anak jabala,seorang perempuan penjaga warung, yang tidak jelas siapa suaminya. Tetapi karena tekad dan ketekunannya,satyakama menjadi ahli Weda. Anak seorang petani bisa jadi presiden,bisa jadi professor,bisa jadi jenderal atau pengusaha atau pendeta. Demikian pula sebaliknya anak seorang pendeta bisa jadi pedagang bisa jadi petani.
T: apa itu hanya teori?
AH: tidak. Di India modern seorang keturunan dalit,bisa menjadi perdana menteri atau presiden. Di dalam masyarakat Hindu Indonesia contoh-contoh seperti itu bukan satu pengecualian artinya contohnya sudah tak terhitung lagi. Sebetulnya profesi atau pekerjaan karena keturunan banyak segi positifnya.
T: Misalnya?
AH: seorang tukang arloji yang mewarisi profesi atau bisnis keluarga yang telah dijalankan turun temurun merupakan jamainan mutu,karena merupakan akumulasi dari keahlian. Itu sebabnya perusahaan2 keluarga sering mengiklankan pendirinya yang sudah hidup ratusan tahun lalu. Tetapi untuk jabatan public memang tidak baik. Karena kalau perusahaan keluarga,resikonya hanya ditanggung oleh keluarga itru sendiri. Sedangkan jabatan public, resikonya ditanggung oleh masyarakatbanyak.
T: tetapi kan lebih baik agama kami,karena kami tidak mengenal kelas.
AH: di agama anda,kawan, ada pembagian orang beriman lawan orang kafir. Ini adalah penggolongan atau kelas yang jauh lebih berbahaya,karena ada perintah agar orang beriman menaklukkan atau memusnahkan orang kafir. Dan ajaran ini telah membawa penderitaan bagi jutaan manusia sepanjang sejarah. Ini adalah apartheid agama. Bila apartheid politik di Afrika Selatan, berkat perjuangan Nelson Mandela, yang terinspirasi oleh metode perjuangan non kekerasan oleh Mahatma Gandhi,telah dibuang kelaut,apartheid agama ini justru dianggap suci.  
sumber HINDU MENJAWAB

SETAN,MUSUH YANG TAK DAPAT DIKALAHKAN TUHAN ATAU SEKUTUNYA?


T: apakah dalam agama Hindu ada setan?
AH: tidak! Jika Tuhan mahakuasa mengapa Dia membiarkan setan ada?
T: Tuhan memang menciptakan setan untuk menggoda manusia.
AH: Mengapa?
T: agar manusia selalu ingat akan Tuhan, dan meminta perlindungan kepada Tuhan.
AH: kalau benar begitu,bukankah Tuhan dapat dianggap bersekongkol dengan setan untuk mencelakakan manusia? Mirip seperti keamanan pasar yang korup bersekongkol dengan preman untuk menakut-nakuti para pedagang,agar para pedagang terus meminta perlindungan kepada keamanan,tentu saja dengan membayar uang keamanan
T: jadi kalau manusia berbuat dosa disebabkan karena apa?
AH: itu karena ketidaktahuan atau avidya. Karena ketidaktahuan manusia memilih melakukan tindakan yang salah. Kalau manusia memiliki pengetahuan atau vidya dia akan menjadi bijaksana dan orang yang bijak tidak akan mungkin melakukan dosa.
T: tetapi bukankah di dalam agama Hindu juga diajarkan adanya musuh-musuh?
AH: ya, tetapi musuh2 yang ada di dalam diri manusia sendiri seperti sifat sombong,angkuh,serakah,suka marah,iri benci,suka dengan kekerasan dan semacam itu. Kami tidak diajarkan untuk memusuhi orang atau kelompok lain berdasarkan ras,suku maupun agama. Semua orang apapun keyakinan,suku, bangsa atau ideologinya adalah satu keluarga. Ini disebut vasudaiva kutumbakam
T: bukankah di dalam agamamu ada butakala,yang ogoh-ogohnya di arak sehari sebelum Nyepi. Apakah itu tidak sama dengan setan?
AH: butakala itu adalah mahluk yang tarafnya dibawah manusia, yang karena tidak memiliki akal,sering menjadi gangguan. Butakala bisa juga sebagai lambing manusia yang tidak memiliki pengetahuan atau avidya sering berbuat salah. Untuk mahluk-mahluk ini kita harus berusahauntuk meningkatkan harkat dan martabat mereka.
Kalau dilihat secara arti katanya, buta itu adalah alam, kala adalah waktu. Jadi manusia harus memandang alam dan waktu bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sahabat agar hidup kita di dunia ini harmonis dan berguna.

Rabu, 16 November 2011

TUHAN ADALAH DEWA part 2

T: Jadi Tuhan ada di dalam bumi, di dalam pohon-pohon dan manusia? bagaimana bisa? bukankah itu menyekutukan Tuhan?
AH: Tuhan di dalam paham Hindu adalah Mahaada. Mahatakterbatas.Artinya Dia ada dimana-mana,keberadaan manusia,pohon-pohon,batu dan lain2, tidak dapat membatasi atau menghalangi keberadaan Tuhan.
T: kok bisa?
AH: Tuhan itu bersifat rohani, bukan jasmani atau materi seperti manusia atau alam. di dalamktab Suci Hindu di andaikan Tuhan itu seperti api yang ada di dalam setiap kayu yang terbakar. Atau seperti Listrik yang menghidukan dan menggerakan semua alat2 elekronik yg ada dirumah kita.
T: Bila Tuhan ada di dalam ciptaan, apakah Dia tidak kotor,karena ada di dalam materi? 
AH: Mutiara sekalipun diletakkan di tempat sampah atau dilumpur, tetap saja mutiara.Matahari menerangi semua tempat,termasuk tempat kotor,tidak dipengaruhi oleh kekotoran tempat itu.Apalagi Tuhan yang menciptakan dan lebih suci dari matahari itu.
T: Tapi kan monoteisme lebih baik? 
AH: Kata siapa? Tuhan monoteisme kan berpihak pada satu kelompok pemeluk agama saja. Tuhan menurut agama Hindu tidak berpihak. Karena Dia ada dimana-mana, ada dalam setiap ciptaan,tidak mungkin Dia hanya menjadi Tuhan bagi sekelompok orang apalagi memusuhi kelompok lainnya. Tuhan menurut agama Hindu adalah Tuhan bagi seluruh alam semesta,seluruh manusia yang Dia Ciptakan. kalau Dia hanya Tuhan untuk satu kelompok orang,mengapa Dia menciptakan seluruh manusia.Monoteisme bukanlah Tuhan bagi seluruh manusia. Monoteisme mirip kepala suku. karena hanya kepala suku yang berpihak kepada sekelompok orang,sukunya, dan memiliki musuh. Sementara Tuhan alam semesta pasti tidak memiliki musuh.
T: bila bukan monoteisme lalu paham ketuhananmu disebut apa?
AH: paham ketuhanan Hindu ini dalam istilah filsafat barat disebut panteisme.Pan artinya semuanya, teis Artinya Tuhan. jadi panteisme artinya Tuhan yang satu itu adalah semuanya. Satu menjadi banyak. Monoteisme dengan Tuhan cemburuyang hanya berpihak kepada satu kelompok orang sering menimbulkan konflik perang.
T: lalu Dewa itu apa?
AH: kata Dewa dalam bahasa Sansekerta memiliki banyak arti. antara lain "yang memberi" Tuhan adalah Dewa karena Dia memberi seluruh dunia.Orang terpelajar yang memberikan ilmu pengetahuan kepada sesama manusia adalah juga seorang Dewa (Vidvamso hi devah).Matahari, bulan dan bintang2 dilangit adalah para Dewa karena mereka memberi cahaya kepada semua ciptaan.Ayah dan Ibu dan pembimbing spiritual adalah juga para Dewa. maka Dewa kemudian berarti cahaya.
Kalau diandaikan matahari adalah Tuhan sinarnya tak terhitung jumlahnya itu adalah para Dewa. jadi para dewa itu sebenarnya adalah nama-nama Tuhan di dalam fungsinya yang terbatas.misalnya Brahma adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pencipta.Wisnu adalah nama Tuhan dalam fungsinya sebagai pemelihara. dan Siwa adalah nama Tuhan dalam Fungsinya sebagai pemrelina.

T: Siva itu Dewa perusak ya?
AH: bukan perusak tetapi pemrelina(pelebur).semua yang ada di dunia ini tunduk pada hukum alam yang dalam agama Hindu disebut Rta yaitu hukum ,tumbuh,tambah ,musnah.atau lahir tumbuh berkembang menjadi tua lalu mati.manusia,binatang,dan tumbuhan mengalami halitu. jika isi alam ini semuanya hanya lahir berkembang dan tidak pernah mati,pastilah alam ini segera penuh. dan karena itu tidak ada ciptaan baru. Nah proses kematian itulah yang disebut prelina. contoh yang lain,perhiasan lama yang dibuat dari emas dilebur,emas itu dibentuk menjadi perhiasan baru.Proses peleburan itu disebut juga prelina,itulah fungsi Siva












Selasa, 15 November 2011

TUHAN ADALAH DEWA

Teman (T) : Orang Hindu menyembah banyak Dewa ya? Hindu politeis
Anak Hindu (AH) : di dalamWeda ada kalimat terkenal yang menyatakan sbb: Ekam Sat Vipra Bahuda Vadanti,artinya Tuhan itu satu, tetapi orang bijaksana (para maharsi) menyebutnya dengan berbagai nama. pernyataan di dalam Weda ini sudah ada jauh sebelum lahirnya agama Kristen dan Islam.
T: jadi Hindu Juga menganut monoteisme?
AH: tidak!!! Monoteisme adalah paham tentang satu Tuhan yg memiliki bentuk dan sifat seperti manusia,antara lain cemburu,benci,marah dan dendam dan bermukim jauh di sorga atau dilangit ketujuh. Sedangkan Tuhan di dalam pengertian Hindu, ada dimana-mana, di dalam dan diluar ciptaan. Wyapi wyapaka

Minggu, 16 Oktober 2011

Pemujaan Tri Murti untuk Mengendalikan Perubahan


Utpati sthiti linakyam
Lokanang kreta karanah
Anadhi madhyani dhanah.
Sarve garudha vahanah
.
(Bhuwana Kosa.IV.33)
Maksudnya: Tuhanlah yang menciptakan seluruh alam, Tuhan sebagai perwujudan utpati, sthiti dan pralina yang tanpa awal, pertengahan dan akhir. Beliau semuanya mengendarai garuda.
Budaya – Balipost Minggu, 23 Mei 2010
Pemujaan Tri Murti untuk Mengendalikan Perubahan
Oleh I Ketut Wiana
Utpati sthiti linakyam
Lokanang kreta karanah
Anadhi madhyani dhanah.
Sarve garudha vahanah
.
(Bhuwana Kosa.IV.33)
Maksudnya: Tuhanlah yang menciptakan seluruh alam, Tuhan sebagai perwujudan utpati, sthiti dan pralina yang tanpa awal, pertengahan dan akhir. Beliau semuanya mengendarai garuda.
MENURUT keyakinan Hindu, hanya Tuhan yang kekal abadi tidak kena hukum perubahan. Semua ciptaan Tuhan tidak ada yang langgeng di alam semesta ini. Semua ciptaan Tuhan kena hukum Tri Kona yaitu utpati, sthiti dan pralina yaitu tercipta atau lahir, hidup dan lenyap tanpa bentuk. Menurut Bhuwana Kosa IV.33 yang dikutip di atas yang menciptakan hukum Tri Kona; utpati, sthiti dan pralina itu adalah Tuhan sendiri. Ini artinya tidak ada ciptaan Tuhan yang luput dari proses utpati, sthiti dan pralina.
Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna memiliki harapan dalam hidupnya agar dapat mengikuti proses lahir hidup dan mati dengan baik, benar dan wajar. Artinya dalam proses lahirnya berjalan dengan benar dan baik dan wajar. Demikian juga dalam menjalani kehidupan di bumi ini dapat dilakoninya dengan baik, benar dan wajar juga.
Demikian juga saat mengakhiri hidupnya di bumi ini juga berjalan dengan wajar-wajar tanpa masalah. Misalnya tidak mati salah pati atau ngulah pati. Harapan hidup manusia agar bisa mengikuti proses utpati, sthiti dan pralina dengan sebaik-baiknya salah satu caranya dengan memuja Tuhan sebagai Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa.
Hal inilah yang menyebabkan semua sekte atau sampradaya dalam tradisi Hindu mengenal adanya pemujaan pada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti. Untuk menciptakan sesuatu yang patut diciptakan dipujalah Tuhan sebagai Dewa Brahma. Untuk memelihara dan melindungi sesuatu yang patut di pelihara dan dilindungi di pujalah Tuhan sebagai Dewa Wisnu.
Demikian juga untuk menghilangkan atau mempralina sesuatu yang sepatutnya di-pralina dipujalah Tuhan sebagai Dewa Siwa atau Iswara. Artinya perubahan hidup di bumi ini dari utpati, sthiti dan pralina diharapkan berjalan dengan baik, benar dan wajar. Pemujaan Tuhan sebagai Tri Murti adalah sebagai usaha untuk menyukseskan hidup dalam wujud niskala. Usaha niskala itu tidaklah lengkap tanpa usaha sekala.
Tuhan sebagai Dewa Tri Murti di samping sebagai pencipta hukum Tri Kona juga sebagai dewa penuntun umat manusia dalam mengendalikan tri guna-nya.
Dalam Bhagawad Gita XIV.5 ada dinyatakan bahwa tri guna ini berasal dari prakerti kalau tidak ditata dengan baik dapat menyelubungi kesucian atman sebagai unsur purusa. Kesucian atman tidak dapat mencerahkan perilaku manusia mewujudkan kesucian atman di bumi ini. Karena itu dalam berbagai ajaran sastra suci Hindu banyak dijumpai ajaran untuk menata dinamika tri guna ini agar manusia dapat meraih hidup sejahtera lahir batin.
Dalam Matsya Purana 53.Sloka 68 dan 69 ada dinyatakan bahwa Dewa Wisnu adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai penuntun manusia mengendalikan guna sattwam. Dewa Brahma sebagai penuntun manusia mengendalikan guna rajah dan Dewa Siwa sebagai penuntun manusia mengendalikan guna tamas. Bhgawad Gita XIV.9 menyatakan bahwa kalau guna satwam yang dominan dalam diri maka orang akan mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Kalau guna rajah yang dominan maka orang akan mampu bekerja keras. Kalau guna tamas yang menguasai diri seseorang maka kebijaksanaannya akan tertutup. Dalam Pustaka Tattwa Janyana 7 dinyatakan bahwa kalau guna sattwam yang menguasai pikiran (citta) maka ia menjadi orang yang bijaksana, tahu akan apa yang disebut patut dan tidak patut, baik caranya bertingkah laku, meskipun ia bertenaga ia tidak kasar, tidak berkata asal berkata dan bersikap hormat.
Sedangkan kalau guna rajas yang berkuasa maka alam pikirannya sering goncang, bergerak serba cepat, tergesa-gesa, mudah panas hati, congkak, iri hati, mudah tersinggung, suka usil. Bila guna tamas yang melekat dalam alam pikiran maka orang itu akan malas, pengotor, kuat makan, suka tidur, dungu, besar birahinya, iri hati, amat bernafsu, loba dst.
Dalam Pustaka Wrehaspati Tattwa 21 menyatakan bahwa kalau guna sattwam dan guna rajas sama-sama kuat menguasai pikiran (citta) maka guna sattwam menyebabkan orang senantiasa berniat baik berdasarkan dharma dan guna rajas membuat orang berbuat baik mewujudkan tujuan dharma itu. Orang yang demikian itupun akan mencapai sorga. Pustaka Wrehaspati Tattwa 22 menyatakan bila guna sattwam, rajas dan tamas sama-sama kuat menguasai pikiran maka orang itupun akan terus menjelma sebagai manusia ke bumi ini.
Untuk mencapai sorga manusia harus terus menerus dalam penjelmaan sebagai manusia di bumi ini berusaha menyeimbangkan kekuatan guna sattwam dan rajas untuk menguasai pikirannya. Dengan demikian ia akan konsisten berniat baik dan juga berbuat baik secara nyata berdasarkan dharma.
Karena itu pemujaan Tri Murti dalam tradisi Hindu di Bali bukan untuk menyelesaikan konflik antarsekte Hindu di Bali. Karena tidak ada bukti sejarah bahwa sekte-sekte (sampradaya) Hindu di Bali pernah konflik. Apa lagi pada abad ke-11 Masehi Raja Udayana dan permaisurinya beda sekte tetapi raja suami istri itu rukun memimpin Bali. Raja menganut Budha Mahayana sedangkan permaisurinya menganut Siwa Pasupata.
Mpu Kuturan menganjurkan pendirian Kahyangan Tiga sebagai media pemujaan Tri Murti bukan untuk mengatasi sekte yang konflik, karena tak ada sekte yang konflik. Pendirian Kahyangan Tiga dianjurkan untuk mengendalikan perubahan utpati, sthiti dan pralina itu agar dilakukan oleh orang-orang yang tri guna-nya terkendali juga. Dengan demikian perubahan di setiap desa pakraman akan senantiasa mengarah pada perubahan berdasarkan dharma dan untuk dharma pula.[ketut wiana].

Meditasi dengan gayatri mantra


Meditasi dengan gayatri mantra
Om bhur bhuvah svah,
tat savitur varenyam,
bhargo devasya dhimahi,
dhiyo yo nah pracodayat.

artinya:
O cahaya bersinar yang telah melahirkan semua loka atau dunia kesadaran, O Tuhan yang muncul melalui sinarnya matahari sinarilah budi kami.


Inilah makna dari mantra yang memiliki semua bija-mantra yang kesemuanya melambangkan dari kekuasaan Brahman dalam cahaya suciNya. Om melambangkan Tuhan, Bhur mewakili bumi, Bhuvah melingkupi semua bagian dari daerahnya dewata-dewata dan setengah dewata sampai kepada matahari. Sedangkan Svah mewakili dimensi alam ketiga yang diketahui dengan nama svargaloka dan semua loka-loka yang cemerlang dia atasnya.

Gayatri mantra ini mempunyai getaran sangat kuat sehingga seseorang dalam pencaran rohaninya apabila tulus mengucapkan Gayatri mantra ini akan membawa
kepada pencerahan bathin. Banyak buku yang mengulas bagaimana kehebatan dari Gayatri mantram tersebut, namun tidak ada guru yang bisa memberikan pelajaran secara sistematis sehingga tidak ada pegangan yang kuat bagi murid-murid untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi.

Gayatri mantram pada dasarnya bekerja secara otomatis dalam kesadaran rohani manusia. Ini di sebabkan mantram tersebut mewakili dari setiap elemen dasar
manusia dan alam.

Manusia memiliki tiga bagian badan yaitu badan fisik, badan energy (aura atau cahaya) dan badan roh (atma) ketiga bagian badan ini saling terkait satu sama
lainnya. Badan fisik berhubungan dengan napas dan prana, dan badan roh berhubungan dengan kesadaran Brahman.

Dijaman yang serba tidak pasti ini, banyak sekali bermunculan suatu masalah dalam kehidupan seperti contoh agama, ekonomi, sosial dan lain-lain dan yang
lebih parah lagi adalah banyaknya kasus penyakit. Tidak bisa disangkal lagi bahwa jaman ini materi menjadi tujuan yang paling utama, karena materi bagi seseorang menjajanjikan sebuah kebahagiaan.

Karena pencitraan yang sangat kuat ini, banyak orang pada jaman sekarang melakukan perbuatan yang berorientasi pada harta, segala cara pun dilakukan
asalkan terpenuhi nafsunya serta ambisinya. Tidak di dunia ekonomi saja terjadi seperti itu, di dunia energy pun banyak orang menggunakan kekuatan mistik
hitam untuk mencelakai secara halus, ini terlepas dari percaya atau tidak dengan hal ilmu hitam. Banyak bermunculan duku-dukun serta paranormal yang
menjajanjikan serta menjual berbagai macam kebolehan serta asesories untuk kedigjayaan atau kesaktian. Apabila tidak kuat iman, bisa dipastikan jaman
sekarang akan menjadi budak dari sekian pencitraan yang mencekam dalam kehidupan ini.

Lalu haruskah kita lari dari kehidupan ini dan mengasingkan diri untuk pergi ke hutan atau gua dan apakah kita mengambil jalan singkat bunuh diri?
Kedua-duanya adalah jalan yang konyol, kita harus menghadapi gelombang badai tersebut, namun dengan cara yang sangat halus serta bijak.

Apa yang disebut dengan suara karena kita mempunyai otak serta indra mata. Anadaikan saja seseorang buta dan tuli sejak lahir pasti baginya dunia ini tidak
ada, inilah yang disebut dengan ikatan indra dengan alam sementa. Untuk bisa terhindar dari masalah tersebut, tidada jalan lain kecuali mencari masalah
itu jauh ke dalam hati dan pikiran sebab di sanalah kemelut itu bercokol.

MEDITASI DENGAN GAYATRI MANTRA

Sudah dikatakan Gayatri mantram mempunyai vibrasi sangat kuat terhadap otak dan batin asalkan tahu bagaimana cara menggunakan mantra tersebut. Meditasi
pada hakekatnya berhubungan dengan pikiran, kesadaran, serta spirit dan sangat dibutuhkan guru yang khusus. Apabila anda ingin menjadikan Gayatri Mantra sebagai bagian dari meditasi anda harus melakukan puasa putih(tanpa garam, dan tidak minum susu) selama dua hari untuk memohon berkat kepada Maha Dewi.

Lakukan puasa mulai hari Rabu (pagi) sampai Jumat (pagi) hanya makan nasi putih dan air putih saja dan lakukan puja Gayatri setiap pagi menghadap matahari
terbit, siang hari, dan malam hari. Dalam mengucapkan Gayatri mantra enam kali untuk pagi hari, empat kali untuk siang hari, dan dua puluh sembilan kali untuk
malam hari. Lakukan puasa dan puja Gayatri dengan ketulusan hati jangan memohon suatu daya-daya sakti tertentu sebab belum tentu keinginan anda akan
terpenuhi. Setelah melakukan puasa dan puja gayatri selama dua hari barulah anda di perkenankan untuk melakukan meditasi ternadap Gayatri mantra sebab api spirit anda sudah menyala.

Tambahan:
Dalam penjelasannya puasa putih ini dapat dilakukan sehari saja tapi harus pada hari kelahirannya. Misalnya lahir hari Senen, maka puasa dilakukan pada Senen pagi hingga Selasa pagi.

TEORI MEDITASI

Sebelum meditasi cucilah muka, tangan, serta kaki, atau anda mandi untuk membersihkan badan dari kotoran sekaligus membuat badan menjadi segar. Duduklah dengan memakai alas dari kain, tikar, atau selimut, posisi punggung tegak lurus dan tangan diletakkan dipangkuan dalam posisi relek. Pejamkan mata, serta tenangkan pikiran berberapa detik, setelah itu ucapkan mantra "

OM Bhur, OM Bhuvah, OM Svah"

ucapkan dengan suara lambat serta santai jangan tergesa-gesa sebanyak lima
kali, ini bertujuan untuk membersihkan lapisan pikiran.

Pada saat mengucapkan mantra ini arahkan pikiran pada mantra dan suara bukan pada bayangan pikiran. Setelah baca mantra selesai tutuplah mulut serta tenangkan pikiran lalu ucapkan Gayatri mantram

" OM Bhur, Bhuvah, Svah, tat savitur varenyam, bhargo devasya
dimahi, dhiyo yo nah pracodayat"

dengan lambat dan tenang di dalam hati. Arahkan pikiran serta getaran suara mantra pada jantung, anda cukup meniatkan saja bukan membayangkan.

Meditasi dengan Gayatri mantram sangat efektif untuk berbagai macam keperluan seperti melindungi diri dari energy negatif, kecantikan, kekuatan batin, kecerdasan
dan lain-lain. Kekuatan Gayatri mantra tidak bisa berfungsi apabila disertai niat kurang baik. Meditasi Gayatri mantra apabila dilakukan dengan baik serta
tulus akan banyak muncul keajaiban-keajaiban yang tidak bisa kita sangka. Gayatri mantra bukan bekerja pada maksud si meditator namun, karunia, energy,
rahmat, dari Maha Devi Gayatri yang berhak menentukan. Bagaikan mobil, sang supirlah yang tahu kemana tujuan dari mobil itu, bukan tujuan dari mobil tersebut yang dituruti sang supir.


Energy Gayatri masuk dari ubun-ubun melalui tulang belakang serta menyebar keseluruh tubuh fisik, tubuh energy, dan atma. Banyak guru-guru suci yang tercerahkan mengatakan "pencerahan akan kalian dapatkan pada Gayatri mantra. Pada jaman kali yuga ini tiada yang mampu melepaskan lapisan kekotoran pikiran
selain getaran halus dari Gayatri mantra.

TIPS

Apa bila anda merasa ada sakit yang disebabkan oleh ulah niat jahat seseorang, dan kalau percaya dengan hal ini anda bisa menggunakan cara berikut ini. Sediakan air bersih , higienis, untuk diminum, lalu jemurlah air tersebut pada cahaya matahari serta cahaya bulan di malam hari. Setelah air tersebut dijemur oleh kedua unsur cahaya tersebut berdoalah pada Tuhan sambil membaca Gayatri mantram 11 kali, setiap habis membaca gayatri mantram tiupkan nafas anda pada air tersebut. Air tersebut bisa diminum atau dipakai campuran obat, mandi dan lain-lainnya. Dengan kekuatan ini segala macam bentuk energy jahat dari seseorang akan hancur oleh kekuatan dari mantra tersebut, hal ini sering terbutkti di daerah-daaerah terpencil. Ada banyak lagi cara-cara yang bisa dijadikan renungan, betapa Gayatri mantra mempu untuk menghadapi dilema dalam hidup ini.